![]() |
| amazon.in |
Judul : Looking for Alaska
Penulis : John Green
Tahun : 2014
Penerbit : Gramedia Pustaka
Jumlah Halaman : 288
Rasanya konyol untuk marah seperti ini. Aku yang menyingkirkan mereka, tapi rasanya seperti aku yang disingkirkan. Tetap saja, aku merasa sangat merindukan rumah. (p.104)
Tapi aku tak punya keberanian dan ia punya pacar dan aku kikuk dan ia cantik dan aku amat membosankan dan ia amat menakjubkan. Jadi aku berjalan kembali ke kamar dan mengempaskan tubuh ke ranjang bawah, berpikir bahwa jika manusia diumpamakan sebagai hujan, aku gerimis dan ia badai. (p.115)
Ada masa ketika kita menyadari bahwa orang tua kita tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri atau menyelamatkan kita, bahwa semua orang yang mengarungi waktu pada akhirnya akan terseret ke laut—bahwa singkatnya, kita semua akan pergi. (p.156)
Dan apalah arti tewas “seketika”? Berapa lamakah seketika itu? Satu detik? Sepuluh? Rasa sakit dalam sekian detik itu pasti menakutkan ketika jantungnya pecah dan paru-parunya berhenti bekerja, tidak ada oksigen dan tidak ada darah mengalir ke otaknya, hanya kepanikan. Seketika apa? Tidak ada yang seketika. Tidak ada yang instan. Nasi instan perlu waktu lima menit untuk matang, puding instan sejam. Aku tak yakin rasa sakit hebat yang hanya seketika itu benar-benar terasa instan. (p.184)
Kau tak bisa mengubahku lalu tiba-tiba pergi. (p.216)
Rabi’ah-Adawiyah, perempuan suci hebat dalam Sufisme, terlihat berlari-lari di jalanan kotanya, Basra. Membawa obor di satu tangan dan seember air di tangan satunya. Ketika seseorang menananyakan apa yang ia lakukan, Rabi’ah menjawab, ‘Aku membawa seember air untuk dituangkan ke api neraka, dan obor ini akan kugunakan untuk membakar pintu gerbang surga sehingga orang-orang tidak akan mencintai Tuhan karena ingin masuk surga dan takut masuk neraka, tapi karena Ia adalah Tuhan.” (p.219)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar